Komen dulu baru mikir.Sudah membudaya dikebiasaan kita, Anda dan saya, lebih dulu mengucapan komentar dari pada mengetahui dan mengamatiapa sebenarnya terjadi.
Saya mengatakan membudaya karena memang demikian. Yang saya tahu persis kebiasaan orang Jawa. Ooops ... tidak bermaksut menyinggung kesukuan, karena saya juga ada didalamnya.
Kenyataannya memang demikian.
Saya sudah amati sejak tahun 60an, gamblangnya seperti tulisan saya ini.
- Diawal tahun 60an yang namanya sandal jepit itu dibilang "sandal Jepang" Karena mirip sandal yang dipakai orang jepang dan mungkin diimport dari bekas penjajah negara kita. Orang berkomentar : sandal jepang mudah rusak, masih awetan bakiyak/theklek kayu murah kalau rusak bisa mudah diperbaiki. Akhirnya toh orang banyak memakai sandal jepit yang dibilang sandal jepang.
- Masih di masa yang hampir bersamaan Sepeda motor Produk Jepang masuk Indonesia. Waktu itu orang mengatakan : Jepang kok buat motor, Jepang itu bisanya buat sandal. Kalau disuruh milih ya pilih Norton, DKW, BSA, Duqati kuat, bagus, dan awet. Tidak kayak buatan Jepang gampang rusak. Dan lagi-lagi sejarah membuktikan kalau barang Jepang bisa jadi primadona di negeri kita. Sampai ada orang mengatakan, "Pak Sastro beli Honda mereknya Yamaha" Waaah ... Honda sudah menjadi merk yang nyantel di pikiran orang kita.
- Termasuk juga barang elektronik dari Jepang, mereka katakan barang produk jepang tidak mutu, jelek, gampang rusak dan bla..bla..bla... Sekarang orang Anda sendir tahu bagaimana pendapat orang terhadap barang Jepang.
- Selanjutnya barang Taiwan ikutan masuk ke Indonesia. Ceritanya tidak jauh beda, mereka mengatakan :"Barang buata taiwan sekali pakai, rusak tidak bisa diperbaiki, jelek dan tidak mutu. Lebih baik beli barang bekas buatan Jepang dari pada baru buatan Taiwan" Disini kita sudah bisa tahu bahwa barang Jepang sudah diakui kebaikannya dan menjadi barang yang punya kelas.
- Tidak begitu lama berselang barang Korea ikut meramekan pasar di Indonesia. Komennya lebih kejam :"Korea-Korea kok buat barang, barangnya jelek, nggak mutu, gampang rusak. Korea-Korea bisanya cuma bisa dipakai ganjel meriam (landasan Meriam pelontar bom) Nasibnya juga sama seperti barang import yang lain. Bagaimana orang mencari barang produk Korea.
- Yang masih hangat di ingatan kita, produk import dari China. saya tidaklah perlu bercerita banyak. Yang jelas produk China sekarang merajai pasar Indonesia. Hampir bisa diakata orang kalangan menengah kebawah sedikitnya punya satu produk China. Yang dulu dihujat, dicaci maki, dianggap rendah, sekarang diterima dengan antusias. Dan sekarang ngomong komennya beda :"Beli saja produk China murah meriah kalau rusak diperaiki biayanya juga murah, kala sampai tidak bisa diperbaiki ya beli baru lagi saja, kan murah nggak rugi-rugi amat"
Nah ... sekarang bagaimana dengan Anda ?











